{"id":406,"date":"2026-03-23T03:47:04","date_gmt":"2026-03-23T03:47:04","guid":{"rendered":"https:\/\/kickidn.site\/?p=406"},"modified":"2026-03-23T03:47:04","modified_gmt":"2026-03-23T03:47:04","slug":"rapor-arsenal-man-city-kickidn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kickidn.site\/id\/rapor-arsenal-man-city-kickidn\/","title":{"rendered":"Rapor Pemain Arsenal vs Manchester City: Blunder Kepa dan Malam Kelam di Wembley di KickIDN"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/\">KickIDN<\/a><\/strong>\u00a0menyajikan analisis mendalam final Carabao Cup 2025\/2026. Arsenal kembali gagal meraih trofi setelah takluk 0-2 dari Manchester City di Wembley, Minggu (22\/3\/2026). Malam itu menjadi kelam bagi The Gunners, dengan blunder kiper Kepa Arrizabalaga yang menjadi titik balik pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam laga yang digelar di Stadion Wembley, dominasi awal Arsenal sirna setelah jeda. Manchester City yang hanya memiliki 2 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan justru mencetak dua gol lewat skenario yang sama: memanfaatkan kesalahan lini belakang.&nbsp;<strong>KickIDN<\/strong>&nbsp;membedah tuntas rapor pemain, momen krusial, dan dampak hasil ini bagi kedua tim.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dominasi Babak Pertama yang Tak Berbuah Gol<\/h2>\n\n\n\n<p>Arsenal memulai laga dengan energi tinggi. Pada tujuh menit pertama, tiga peluang emas tercipta. Dua tembakan jarak dekat Bukayo Saka dan satu peluang Kai Havertz digagalkan kiper Manchester City, James Trafford.&nbsp;<strong>Statistik mencatat, Arsenal melepaskan 4 tembakan tepat sasaran sepanjang laga, namun semuanya gagal menjadi gol.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mikel Arteta memercayakan posisi kiper utama kepada Kepa Arrizabalaga di sepanjang turnamen. Keputusan itu menjadi bumerang di final. Blunder kiper asal Spanyol itu menjadi awal keruntuhan struktur pertahanan Arsenal.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Blunder Kepa dan Momen Nico O\u2019Reilly<\/h2>\n\n\n\n<p>Gol pertama tercipta pada menit ke-55. Rayan Cherki menusuk hingga garis akhir, mengirim umpan lambung yang gagal diamankan Kepa. Bola muntah langsung disambar Nico O\u2019Reilly.&nbsp;<strong>KickIDN<\/strong>&nbsp;mencatat ini adalah kegagalan fundamental dalam membaca bola melambung.<\/p>\n\n\n\n<p>Gol kedua hanya berselang beberapa menit. Umpan silang Matheus Nunes dari sisi sayap ditemukan O\u2019Reilly yang menyelinap di antara William Saliba dan Bukayo Saka. Bek kiri berusia 20 tahun itu menanduk bola ke gawang.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>\u201cKami kehilangan konsentrasi di dua momen kritis. Itu perbedaan di final,\u201d<\/strong>&nbsp;ujar Mikel Arteta dalam konferensi pers setelah laga.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rapor Pemain Arsenal: Lini Belakang Runtuh<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kiper dan Lini Belakang<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kepa Arrizabalaga (2\/10):<\/strong>\u00a0Blunder fatal pada gol pertama. Kartu kuning akibat kesalahan membaca bola panjang menunjukkan ketidakstabilan.\u00a0<strong>KickIDN<\/strong>\u00a0menilai ini adalah penampilan terburuknya sejak bergabung.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ben White (5\/10):<\/strong>\u00a0Meredam Jeremy Doku di babak pertama, tapi kesulitan setelah jeda. Digantikan Gabriel Jesus di akhir laga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>William Saliba (6\/10):<\/strong>\u00a0Berhasil meredam Erling Haaland dalam duel fisik. Namun, fokus berlebihan membuat ancaman lain lolos.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gabriel Magalhaes (6\/10):<\/strong>\u00a0Duel keras dengan Haaland berjalan seimbang. Tidak ada momen menonjol di luar itu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Piero Hincapie (5\/10):<\/strong>\u00a0Kesulitan menghadapi Antoine Semenyo. Gagal menutup ruang pada dua umpan silang penyebab gol.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lini Tengah dan Depan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Declan Rice (5\/10):<\/strong>\u00a0Intensitas tinggi lewat tekel, tapi pengaruh di permainan terbuka terbatas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Martin Zubimendi (5\/10):<\/strong>\u00a0Kehilangan jejak O\u2019Reilly pada gol pertama. Final piala pertama di Inggris berjalan pahit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kai Havertz (4\/10):<\/strong>\u00a0Minim kontribusi sebelum digantikan Noni Madueke.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bukayo Saka (5\/10):<\/strong>\u00a0Menjadi sasaran tekel keras dan penjagaan ganda sejak awal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Leandro Trossard (4\/10):<\/strong>\u00a0Kesulitan melewati Matheus Nunes.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Viktor Gyokeres (4\/10):<\/strong>\u00a0Hanya merepotkan di beberapa transisi babak pertama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemain Pengganti<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Noni Madueke (6\/10):<\/strong>\u00a0Memberi energi baru dengan dribel agresif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Riccardo Calafiori (6\/10):<\/strong>\u00a0Aktif melakukan penetrasi, menghadirkan ancaman dari lini kedua.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gabriel Martinelli (5\/10):<\/strong>\u00a0Hanya bermain 10 menit terakhir. Keputusan ini dipertanyakan mengingat rekornya melawan City.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gabriel Jesus (5\/10):<\/strong>\u00a0Sundulan yang mengenai mistar menjadi peluang terbaik Arsenal di akhir laga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fakta Cepat Final Carabao Cup 2026<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Skor akhir:<\/strong>\u00a0Arsenal 0-2 Manchester City<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pencetak gol:<\/strong>\u00a0Nico O\u2019Reilly (55\u2019, 60\u2019)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penguasaan bola:<\/strong>\u00a0Arsenal 38% &#8211; 62% Man City<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tembakan tepat sasaran:<\/strong>\u00a0Arsenal 4 &#8211; 2 Man City<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kartu kuning:<\/strong>\u00a0Arsenal 3 &#8211; 1 Man City<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemain terbaik final:<\/strong>\u00a0Nico O\u2019Reilly (2 gol)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kiper dengan blunder krusial:<\/strong>\u00a0Kepa Arrizabalaga (rating 2\/10)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Analisis&nbsp;<strong>KickIDN<\/strong>: Malam Kelam yang Mengulang Sejarah<\/h2>\n\n\n\n<p>Kekalahan ini menambah daftar panjang final yang gagal dimenangkan Arsenal dalam enam tahun terakhir. Ironisnya, The Gunners tampil dominan di babak pertama dengan 4 tembakan tepat sasaran, sementara City baru melepaskan tembakan tepat sasaran pertama mereka di babak kedua\u2014yang langsung menjadi gol.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KickIDN<\/strong>&nbsp;menilai ada tiga faktor utama kekalahan Arsenal:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Efektivitas yang kontras:<\/strong>\u00a0City hanya membutuhkan 2 tembakan tepat sasaran untuk mencetak 2 gol. Arsenal membutuhkan 4 tembakan tepat sasaran tanpa hasil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesalahan individu fatal:<\/strong>\u00a0Blunder Kepa dan kelalaian Zubimendi dalam mengawal O\u2019Reilly menjadi pembeda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keputusan taktis yang dipertanyakan:<\/strong>\u00a0Memainkan Martinelli hanya 10 menit terakhir mengingat rekornya yang apik melawan City di musim-musim sebelumnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Statistik UEFA mencatat<\/strong>, ini adalah ketiga kalinya dalam lima tahun terakhir Arsenal kalah di final domestik dengan pola serupa: dominasi penguasaan bola tetapi kalah efektivitas.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Apa penyebab utama kekalahan Arsenal di final Carabao Cup 2026?<\/h3>\n\n\n\n<p>Blunder fatal kiper Kepa Arrizabalaga yang menyebabkan gol pembuka, serta kelalaian lini tengah dalam mengawal pergerakan Nico O\u2019Reilly menjadi penyebab utama. Arsenal juga gagal memanfaatkan 4 tembakan tepat sasaran yang mereka miliki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Siapa bintang kemenangan Manchester City kali ini?<\/h3>\n\n\n\n<p>Nico O\u2019Reilly menjadi bintang dengan mencetak dua gol. Bek kiri berusia 20 tahun itu memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal pada dua situasi umpan silang yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bagaimana dampak kekalahan ini bagi Arsenal?<\/h3>\n\n\n\n<p>Kekalahan ini memperpanjang puasa trofi Arsenal menjadi enam tahun. Tekanan akan meningkat pada Mikel Arteta, terutama terkait keputusan memainkan Kepa di final dan rotasi pemain yang dianggap kurang tepat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Malam di Wembley menjadi kelam bagi Arsenal. Blunder Kepa Arrizabalaga dan dua gol Nico O\u2019Reilly mengubur mimpi The Gunners mengakhiri puasa trofi.\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/\">KickIDN<\/a><\/strong>\u00a0menilai, kekalahan ini bukan sekadar tentang hasil akhir, tetapi tentang pengulangan masalah klasik: ketidakmampuan mengubah dominasi menjadi gol dan kesalahan individu di momen krusial.<\/p>\n\n\n\n<p>Manchester City kembali membuktikan mental juara mereka. Hanya dengan 2 tembakan tepat sasaran, The Citizens mampu pulang membawa trofi. Bagi Arsenal, evaluasi total di lini belakang dan efektivitas di kotak penalti menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/chelsea-dipecundangi-everton-analisis-kickidn\/\">Chelsea Dipecundangi Everton, Analisis Kekalahan dan Peran\u00a0KickIDN<\/a><br><br><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KickIDN\u00a0menyajikan analisis mendalam final Carabao Cup 2025\/2026. Arsenal kembali gagal meraih trofi setelah takluk 0-2 dari Manchester City<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[136,14,16,139,137,15,138],"class_list":["post-406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liga-inggris-premier-league","tag-arsenal-vs-manchester-city","tag-berita-bola","tag-carabao-cup","tag-final-wembley-2026","tag-kepa-arrizabalaga","tag-kickidn","tag-nico-oreilly"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=406"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":410,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/406\/revisions\/410"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}