{"id":326,"date":"2026-02-26T07:38:41","date_gmt":"2026-02-26T07:38:41","guid":{"rendered":"https:\/\/kickidn.site\/?p=326"},"modified":"2026-02-26T07:38:42","modified_gmt":"2026-02-26T07:38:42","slug":"champions-pemenang-pecundang-playoff-liga-champions-2025-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kickidn.site\/id\/champions-pemenang-pecundang-playoff-liga-champions-2025-2026\/","title":{"rendered":"Analisis Playoff Liga Champions 2025\/2026: Bencana Italia, Kejutan Bodo\/Glimt"},"content":{"rendered":"<p><strong>KickIDN<\/strong> &#8211; Babak playoff\u00a0<strong>Liga Champions 2025\/2026<\/strong>\u00a0resmi berakhir pada 26 Februari 2026 dengan menyisakan 16 tim terbaik. Tiga wakil Italia tersingkir, sementara Bodo\/Glimt dari Norwegia menciptakan kejutan terbesar dengan mengalahkan finalis musim lalu, Inter Milan.<\/p>\n\n\n\n<p>Fase ini menghadirkan drama luar biasa: kartu merah fatal, kebangkitan individu, dan kehancuran kolektif. Berikut analisis mendalam berdasarkan data dan fakta pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemenang: Vinicius Junior Buktikan Diri sebagai Leader Madrid<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Vinicius Junior<\/strong>&nbsp;tampil sebagai bintang kala&nbsp;<strong>Real Madrid<\/strong>&nbsp;menyingkirkan Benfica dengan agregat 3-1. Absennya Kylian Mbappe membuat pemain asal Brasil ini memikul tanggung jawab ekstra.<\/p>\n\n\n\n<p>La Liga melaporkan bahwa Vinicius menciptakan empat peluang emas dalam dua leg. Ia juga mencetak gol penentu melalui kerja sama satu-dua dengan Federico Valverde.<\/p>\n\n\n\n<p>Statistik UEFA menunjukkan&nbsp;<strong>Vinicius Junior<\/strong>&nbsp;memenangkan 8 dari 12 duel satu lawan satu. Ia juga melakukan tiga dribel sukses di kotak penalti lawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatih Carlo Ancelotti memuji transformasi sang pemain. &#8220;Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga membuat rekan-rekannya bermain lebih baik,&#8221; ujar Ancelotti dalam konferensi pers pasca-pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pecundang: Tiga Raksasa Serie A Tersingkir<\/h2>\n\n\n\n<p>Sepak bola Italia mengalami malam kelam di playoff&nbsp;<strong>Liga Champions 2025\/2026<\/strong>.&nbsp;<strong>Inter Milan<\/strong>,&nbsp;<strong>Juventus<\/strong>, dan&nbsp;<strong>Napoli<\/strong>&nbsp;harus angkat koper lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Inter Milan<\/strong>&nbsp;menjadi korban berikutnya dari&nbsp;<strong>Bodo\/Glimt<\/strong>. Kekalahan 1-3 di Norwegia dan 1-2 di kandang membuat agregat menjadi 2-5. Data UEFA mencatat Inter hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari 21 percobaan selama dua leg.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Juventus<\/strong>&nbsp;hampir membalikkan keadaan setelah kalah 2-5 dari Galatasaray di leg pertama. Namun skor akhir 5-7 memastikan mereka tetap tersingkir.&nbsp;<strong>Napoli<\/strong>&nbsp;bahkan finis di peringkat ke-30 fase liga.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya&nbsp;<strong>Atalanta<\/strong>&nbsp;yang menjadi penyelamat muka Italia. Mereka sukses menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-1.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk diskusi lebih seru seputar kegagalan klub Italia di Eropa, langsung gabung komunitas di&nbsp;<strong>KickIDN<\/strong>. Klik tautan berikut:&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">KickIDN<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pemenang: Bodo\/Glimt, Kisah Indah dari Utara<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Bodo\/Glimt<\/strong>&nbsp;menjadi cerita paling sensasional di playoff&nbsp;<strong>Liga Champions 2025\/2026<\/strong>. Klub asal Norwegia ini tampil tanpa rasa takut menghadapi nama-nama besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga, mereka kini menumbangkan&nbsp;<strong>Inter Milan<\/strong>. Pelatih Kjetil Knutsen menerapkan filosofi sepak bola total yang memadukan pressing tinggi dan transisi cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Statistik membuktikan efektivitas&nbsp;<strong>Bodo\/Glimt<\/strong>. Mereka mencetak lima gol dari hanya 12 tembakan tepat sasaran ke gawang Inter. Efisiensi 41,6 persen ini tertinggi di antara semua tim playoff.<\/p>\n\n\n\n<p>Media Norwegia, VG, menyebut pencapaian ini sebagai &#8220;keajaiban olahraga terbesar dalam sejarah negara kami.&#8221;&nbsp;<strong>Bodo\/Glimt<\/strong>&nbsp;kini berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting CP di 16 besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pecundang: Borussia Dortmund Hancurkan Diri Sendiri<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Borussia Dortmund<\/strong>&nbsp;tersingkir bukan karena kualitas lawan, melainkan karena kehancuran mental kolektif. Unggul 2-0 di leg pertama atas Atalanta, mereka justru kalah agregat 1-4.<\/p>\n\n\n\n<p>Bundesliga official mencatat momen kritis terjadi ketika&nbsp;<strong>Serhou Guirassy<\/strong>&nbsp;gagal mengeksekusi penalti di menit ke-55. Setelah itu,&nbsp;<strong>Karim Adeyemi<\/strong>&nbsp;mendapat kartu merah disusul rekan setimnya di akhir laga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelatih Niko Kovac menyayangkan inkonsistensi timnya. &#8220;Kami kehilangan kendali emosi saat situasi tidak berjalan sesuai rencana,&#8221; katanya kepada media Jerman.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk&nbsp;<strong>Borussia Dortmund<\/strong>&nbsp;di fase gugur. Mereka belum pernah lolos ke perempat final sejak musim 2020\/2021.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pecundang: Malam Hitam Mamadou Coulibaly<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>AS Monaco<\/strong>&nbsp;hanya berjarak 45 menit dari keajaiban di Parc des Princes. Unggul 1-0 atas&nbsp;<strong>Paris Saint-Germain<\/strong>&nbsp;berkat gol&nbsp;<strong>Maghnes Akliouche<\/strong>, mereka berada di jalur tepat menyingkirkan juara bertahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun&nbsp;<strong>Mamadou Coulibaly<\/strong>&nbsp;menghancurkan segalanya. Dalam waktu tiga menit di babak kedua, pemain muda ini menerima dua kartu kuning ceroboh.&nbsp;<strong>PSG<\/strong>&nbsp;memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mencetak dua gol melalui Marquinhos serta Khvicha Kvaratskhelia.<\/p>\n\n\n\n<p>L&#8217;Equipe menulis, &#8220;Monaco kembali runtuh karena kartu merah, seperti pekan sebelumnya saat&nbsp;<strong>Aleksandr Golovin<\/strong>&nbsp;diusir wasit.&#8221; Data menunjukkan&nbsp;<strong>AS Monaco<\/strong>&nbsp;kebobolan tiga gol dalam situasi keunggulan jumlah pemain lawan musim ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesempatan emas menyingkirkan juara bertahan pun menguap sia-sia. Untuk analisis video eksklusif soal kesalahan fatal&nbsp;<strong>Mamadou Coulibaly<\/strong>, kunjungi&nbsp;<strong>KickIDN<\/strong>&nbsp;sekarang juga di&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">KickIDN<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/kickidn.site\/id\/ironi-inter-liga-champions-analisis-kickidn\/\">Inter di Liga Champions: Sapu Bersih Awal, Runtuh di Akhir<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KickIDN &#8211; Babak playoff\u00a0Liga Champions 2025\/2026\u00a0resmi berakhir pada 26 Februari 2026 dengan menyisakan 16 tim terbaik. Tiga wakil<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":329,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[34],"tags":[85,14,39,84,37,15,35,82,86,23,83],"class_list":["post-326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liga-champions","tag-as-monaco","tag-berita-bola","tag-bodo-glimt","tag-borussia-dortmund","tag-inter-milan","tag-kickidn","tag-liga-champions","tag-playoff-ucl-2026","tag-sepak-bola-eropa","tag-serie-a","tag-vinicius-junior"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=326"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":330,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/326\/revisions\/330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kickidn.site\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}