Drama playoff Liga Champions 2025/2026: Vinicius Junior bersinar, Bodo/Glimt bikin sejarah, Inter Milan dan Monaco jadi pecundang.
KickIDN – Babak playoff Liga Champions 2025/2026 resmi berakhir pada 26 Februari 2026 dengan menyisakan 16 tim terbaik. Tiga wakil Italia tersingkir, sementara Bodo/Glimt dari Norwegia menciptakan kejutan terbesar dengan mengalahkan finalis musim lalu, Inter Milan.
Fase ini menghadirkan drama luar biasa: kartu merah fatal, kebangkitan individu, dan kehancuran kolektif. Berikut analisis mendalam berdasarkan data dan fakta pertandingan.
Pemenang: Vinicius Junior Buktikan Diri sebagai Leader Madrid
Vinicius Junior tampil sebagai bintang kala Real Madrid menyingkirkan Benfica dengan agregat 3-1. Absennya Kylian Mbappe membuat pemain asal Brasil ini memikul tanggung jawab ekstra.
La Liga melaporkan bahwa Vinicius menciptakan empat peluang emas dalam dua leg. Ia juga mencetak gol penentu melalui kerja sama satu-dua dengan Federico Valverde.
Statistik UEFA menunjukkan Vinicius Junior memenangkan 8 dari 12 duel satu lawan satu. Ia juga melakukan tiga dribel sukses di kotak penalti lawan.
Pelatih Carlo Ancelotti memuji transformasi sang pemain. “Dia tidak hanya mencetak gol, tapi juga membuat rekan-rekannya bermain lebih baik,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Pecundang: Tiga Raksasa Serie A Tersingkir
Sepak bola Italia mengalami malam kelam di playoff Liga Champions 2025/2026. Inter Milan, Juventus, dan Napoli harus angkat koper lebih cepat.
Inter Milan menjadi korban berikutnya dari Bodo/Glimt. Kekalahan 1-3 di Norwegia dan 1-2 di kandang membuat agregat menjadi 2-5. Data UEFA mencatat Inter hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari 21 percobaan selama dua leg.
Juventus hampir membalikkan keadaan setelah kalah 2-5 dari Galatasaray di leg pertama. Namun skor akhir 5-7 memastikan mereka tetap tersingkir. Napoli bahkan finis di peringkat ke-30 fase liga.
Hanya Atalanta yang menjadi penyelamat muka Italia. Mereka sukses menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-1.
Untuk diskusi lebih seru seputar kegagalan klub Italia di Eropa, langsung gabung komunitas di KickIDN. Klik tautan berikut: KickIDN.
Pemenang: Bodo/Glimt, Kisah Indah dari Utara
Bodo/Glimt menjadi cerita paling sensasional di playoff Liga Champions 2025/2026. Klub asal Norwegia ini tampil tanpa rasa takut menghadapi nama-nama besar.
Setelah mengalahkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga, mereka kini menumbangkan Inter Milan. Pelatih Kjetil Knutsen menerapkan filosofi sepak bola total yang memadukan pressing tinggi dan transisi cepat.
Statistik membuktikan efektivitas Bodo/Glimt. Mereka mencetak lima gol dari hanya 12 tembakan tepat sasaran ke gawang Inter. Efisiensi 41,6 persen ini tertinggi di antara semua tim playoff.
Media Norwegia, VG, menyebut pencapaian ini sebagai “keajaiban olahraga terbesar dalam sejarah negara kami.” Bodo/Glimt kini berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting CP di 16 besar.
Pecundang: Borussia Dortmund Hancurkan Diri Sendiri
Borussia Dortmund tersingkir bukan karena kualitas lawan, melainkan karena kehancuran mental kolektif. Unggul 2-0 di leg pertama atas Atalanta, mereka justru kalah agregat 1-4.
Bundesliga official mencatat momen kritis terjadi ketika Serhou Guirassy gagal mengeksekusi penalti di menit ke-55. Setelah itu, Karim Adeyemi mendapat kartu merah disusul rekan setimnya di akhir laga.
Pelatih Niko Kovac menyayangkan inkonsistensi timnya. “Kami kehilangan kendali emosi saat situasi tidak berjalan sesuai rencana,” katanya kepada media Jerman.
Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk Borussia Dortmund di fase gugur. Mereka belum pernah lolos ke perempat final sejak musim 2020/2021.
Pecundang: Malam Hitam Mamadou Coulibaly
AS Monaco hanya berjarak 45 menit dari keajaiban di Parc des Princes. Unggul 1-0 atas Paris Saint-Germain berkat gol Maghnes Akliouche, mereka berada di jalur tepat menyingkirkan juara bertahan.
Namun Mamadou Coulibaly menghancurkan segalanya. Dalam waktu tiga menit di babak kedua, pemain muda ini menerima dua kartu kuning ceroboh. PSG memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan mencetak dua gol melalui Marquinhos serta Khvicha Kvaratskhelia.
L’Equipe menulis, “Monaco kembali runtuh karena kartu merah, seperti pekan sebelumnya saat Aleksandr Golovin diusir wasit.” Data menunjukkan AS Monaco kebobolan tiga gol dalam situasi keunggulan jumlah pemain lawan musim ini.
Kesempatan emas menyingkirkan juara bertahan pun menguap sia-sia. Untuk analisis video eksklusif soal kesalahan fatal Mamadou Coulibaly, kunjungi KickIDN sekarang juga di KickIDN.
Baca Juga : Inter di Liga Champions: Sapu Bersih Awal, Runtuh di Akhir
